Memancing di Pulau Pari Kepulauan Seribu

Mancing Ikan Pulau Pari Kepulauan Seribu
Memancing di Pulau Pari Kepulauan Seribu - Sebagaimana diketahui beberapa tahun terakhir ini di Indonesia khususnya di Jakarta telah bermunculan komunitas mancing baik mancing air tawar atau fresh water maupun mancing laut atau saltwater. Diantara sekian banyak komunitas itu salah satunya adalah Jakarta Fishing Club (JFC) dan Mancing Mania Grup (MMG).

JFC adalah komunitas mancing fresh water sedangkan MMG komunitas mancing salt water. Walaupun kedua komunitas ini berbeda namun sudah cukup lama saling berpartisipasi dalam melaksanakan kegiatan mancing walaupun masih terbatas. MMG pun seringkali berpartisipasi pada kegiatan mancing fresh water yang diselenggarakan oleh JFC.

JFC yang diketuai M Rasyid dan Koorlap Heri Yudha dan  MMG Jabodetabek dengan penasehat H. Djoni Kusdiyanto (John Koes) dan Ketua Umum Cipto (Embe) mengadakan mancing bersama untuk pertama kalinya ke Pulau Pari dan sekitarnya pada Oktober 2014 lalu. Trip persahabatan ini diberi nama Sea and Land Fishing Trip .

Trip kebersamaan

Trip ke Pulau Pari Kepulauan Seribu ini sebetulnya sudah lama dicanangkan oleh saya (John Koes) pada acara mancing fresh water yang diselenggaran JFC di Pemancingan Fishing Valley, Bogor yang kemudian banyak diminati oleh anglers Member JFC.

Beberapa bulan kemudian dari JFC pun mempunyai rencana untuk trip mancing ke laut dan meminta saya  untuk membuat proposalnya. Setelah saya memberikan proposal kepada JFC maka disepakati rencana mancing tersebut di akhir Oktober lalu.

Biasanya saya dan teman-teman dari MMG sering ikut partisipasi mancing fresh water yang diselenggarakan JFC tapi kali ini anglers JFC yang ikut mancing laut dan bisa dibayangkan bagaimana serunya pemancing fresh water jika mancing di laut yang tentunya belum berpengalaman dan hanya sebagian kecil saja yang pesertanya yang sudah pernah mancing laut. Apalagi mulai dari piranti yang tentu berbeda piranti mancing kolam air tawar dengan piranti laut belum lagi kondisi yang berbeda di kolam dan di laut.

Semula jumlah peserta dari JFC 8 orang dan dari MMG 8 orang kemudian bertambah menjadi 21 orang. Semula rencana kami menggunakan 2 kapal maka oleh saya segera booking tambahan 1 kapal lagi menjadi 3 kapal. Semua peserta begitu semangatnya menyambut tibanya waktu pelaksanaan. Para peserta pun sudah saling kontak membicarakan soal piranti dan masalah keberangkatan dan setelah saya memberikan penjelasan masalah piranti dan keberangkatan para peserta merasa senang dan tenang.

Saat yang ditunggu-tunggu pun tiba, rencana kapal berangkat di hari Sabtu itu jam 05.00 dari Tanjung Pasir Tangerang. Karena begitu semangatnya peserta sudah kumpul di Markas JFC sehabis Maghrib dan berangkat singgah di basecamp MMG di Meruya jam 02.00. Salah satu peserta Edwin yang tinggal di Ciputat belum juga datang dan karena peserta dari JFC sudah tidak sabar lagi sebagian berangkat lebih dulu tapi karena buru-buru ternyata jalannya kesasar sampai ke Lippo Karawaci Tangerang dan tiba di Tanjung Pasir lebih belakang.

Setibanya di Tanjung Pasir kapten kapal yang akrab dipanggil si Kumis sudah menunggu dan menjemput tamunya dari Tim JFC dan MMG dengan ramah. Kapten pun sudah menyiapkan gerobak untuk mengangkut barang-barang piranti mancing dan logistik ke kapal. Setelah peserta sarapan nasi uduk selanjutnya naik ke kapal masing-masing yang telah ditentukan Kapal 1, 2 atau 3, tapi sayang calon peserta yang sudah tiba di Tanjung Pasir, 2 orang mengundurkan diri. Kapal 1 dikoordinir oleh saya, kapal 2 oleh Suprapto dan kapal 3 oleh Dede. Ketua JFC Rasyid dan Heri Yudha serta saya 1 kapal dan peserta lainnya di kapal 2 dan 3.


Spot pertama dan kedua sepi

Kapal mulai bergerak ke tengah laut para peserta Kapal 1 dan lainnya saling melambaikan tangan dan saling sahut-sahutan, dan selanjutnya peserta ada yang mengambil foto dan sebagian begitu antusiasnya menyiapkan piranti mancing. Spot pertama tiba, peserta begitu tidak sabar ingin segera melempar umpan pancingnya walaupun jangkar kapal belum turun dan dilarang oleh kapten kapal.

Di spot pertama belum ada sambutan dari ikan yang mau makan umpan pancing tapi kemudian ABK mulai strike ikan kecil untuk umpan, padahal cuaca cukup bagus arus tidak begitu kencang, ombak flat, angin masih bersahabat. Spot pertama sepi, kapten kapal segera bergerak  dengan GPS nya mencari spot yang bagus.

Di spot kedua ini juga tidak ada sambutan dari ikan yang mau makan umpan pancing mungkin ikan-ikan sedang hijrah ke karang-karang dan tempat-tempat lainnya. Kapten kapal segera bergerak kembali ke spot berikutnya dan mulailah ada sambutan dari ikan-ikan di dasar laut. Rasyid begitu asyiknya strike bertubi-tubi ikan kerapu, ekor kuning dan lainnya dan diikuti teman-teman lainnya yang juga strike.

Di saat para angler strike sebagian peserta mulai mabok laut di kapal 1, kapal yang di tumpangi Rasyid, saya  dan 2 peserta dan di kapal 2 dan 3 ternyata ada peserta juga mabok laut mungkin karena sebagian peserta pada begadang kurang tidur sehingga kondisi tubuh kurang fit.

Di spot ini cukup baik, kapten kapal memberitahu ikan cendro sedang main dan agar menyiapkan pancingan untuk mancing cendro dan ternyata benar kapten kapal, ABK dan Edwin strike ikan cendro. Wah, semua peserta semangat saling komentar dan suasana di kapal menjadi rame dan seru.

Edwin rupanya mujur tak mujur umpannya sering disambar ikan tapi sering mocel alias lepas dan dihitung-hitung ikan cendro sudah diperoleh 8 ekor, lumayan. Karena asyiknya  banyak sambaran ikan waktu tak terasa sudah tiba saatnya makan siang. ABK sudah menyiapkan makan siang ikan goreng hasil tangkapan dan  peserta menikmati makan siang di kapal sambil ramah tamah dan saling sharing. Disini terlihat keakraban dan kekeluargaan diantara kami.

Setelah makan siang dilanjutkan mancing lagi dan umpan sudah hampir habis dan saya usul ke kapten kapal agar cari spot lain kearah pulang yaitu disekitar Pulau Rambut. Di spot Pulau Rambut ini ternyata benar banyak ikan menyambar umpan walaupun kecil-kecil seperti kerapu, pisang-pisang, kurisi dan sebagainya sampai kehabisan umpan dan menggunakan irisan daging ikan.

Karena waktu sudah jam 3 sore lewat dan umpan habis maka kapal segera merapat ke dermaga Tanjung Pasir. Semua peserta kebagian membawa pulang ikan hasil tangkapan dan yang penting bukan itu tapi kebersamaan, kekeluargaan dan persahabatanlah yang diharapkan dan tujuan ini dari waktu ke waktu semoga bisa tercapai.